laporan penyehatan makanan dan minuman
MATA
KULIAH : PEMERIKSAAN MAKANAN dan
MINUMAN
DOSEN :
Khiki Purnawati Kasim. SST., M.Kes
LAPORAN
PEMERIKSAAN TIMBAL (pb) DAN ARSEN (Ar)
PADA MAKANAN
INDAH CITRA WARDANI
PO714221151016
DIV/IIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN
KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D-IV
T.A 2017/2018
PEMERIKSAAN
TIMBAL (pb) DAN ARSEN (As)
A. DASAR TEORI
Timbal
atau dikenal sebagai logam Pb dalam susunan unsur merupakan logam berat yang
terdapat secara alami di dalam kerak bumi dan tersebar ke alam dalam jumlah
kecil melalui proses alami termasuk letusan gunung berapi dan proses geokimia.
Pb merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu keperakan
dengan titik leleh pada 327,5 ºC dan titik didih 1.740 ºC pada tekanan
atmosfer. Timbal mempunyai nomor atom terbesar dari semua unsur yang stabil,
yaitu 82. Namun logam ini sangat beracun. Seperti halnya merkuri yang juga
merupakan logam berat. Timbal adalah logam yang yang dapat merusak sistem
syaraf jika terakumulasi dalam jaringan halus dan tulang untuk waktu yang lama.
Timbal terdapat dalam beberapa isotop: 204Pb (1.4%), 206Pb (24.1%), 207Pb
(22.1%), and 208Pb (52.4%). 206Pb, 207Pb and 208Pb kesemuanya
adalah radiogenic dan merupakan produk akhir dari pemutusan rantai
kompleks. Logam ini sangat resistan (tahan) terhadap korosi, oleh karena itu
seringkali dicampur dengan cairan yang bersifat korosif (seperti asam sulfat).
Timbal,
terdapat dalam air dengan bilangan oksidasi Pb2+, dan
dikeluarkan oleh sejumlah industri dan pertambangan. Timbal yang berasal
dari bahan bakar bertimbal merupakan sumber utama dari timbal di atmosfer dan
daratan yang kemudian dapat masuk di perairan alami. Timbal yang berasal dari
batuan kapur merupakan sumber timbal dari perairan alami (Rukaesih, 2004).
Timbal
dapat masuk dalam ke perairan melalui pengkristalan di udara yang merupakan
pembakaran hasil pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor dengan bantuan
hujan. Dapat pula sebagai akibat proses korosifikasi bahan mineral akibat
hempasan dan angin. Timbal (Pb) yang masuk kedalam bahan perairan sebagai
dampak aktifitas manusia, di antaranya dalam air buangan (limbah) industri yang
berkaitan dengan timbal (Pb) yang jatuh pada jalur-jalur perairan seperti anak
sungai dan terbawa menuju laut.
Arsen (As) merupakan bahan kimia
beracun, yang secara alami ada di alam. Selain dapat ditemukan di udara, air
maupun makanan, arsen juga dapat ditemukan di industri seperti industri
pestisida, proses pengecoran logam maupun pusat tenaga geotermal. Elemen yang
mengandung arsen dalam jumlah sedikit atau komponen arsen organik (biasanya
ditemukan pada produk laut seperti ikan laut) biasanya tidak beracun (tidak
toksik).
Arsen dapat dalam bentuk in organik bervalensi tiga dan bervalensi lima. Bentuk in organik arsen bervalensi tiga adalah arsenik trioksid, sodium arsenik, dan arsenik triklorida., sedangkan bentuk in organik arsen bervalensi lima adalah arsenik pentosida, asam arsenik, dan arsenat (Pb arsenat, Ca arsenat). Arsen bervalensi tiga (trioksid) merupakan bahan kimia yang cukup potensial untuk menimbulkan terjadinya keracunan akut.
Pada penelitian yang dilakukan di USA tahun 1964 ditemukan kadar tahunan arsen di udara sekitar industri pengecoran logam berkisar antara 0,01 - 0,75 ug / m3, namun di dekat cerobong asap kadarnya melebihi 1 ug / m3. Kadar arsen dalam air minum di berbagai negara sangat bervariasi. Kadar arsen dalam air minum di USA kurang dari 0,01 – 0,05 mg / L, di Jepang sekitar 1,7 mg / L, di Taiwan (sumur artesis) sekitar 1,8 mg / L, sedangkan di Cordoba (Argentina)sekitar3,4mg/L.
Arsen dapat dalam bentuk in organik bervalensi tiga dan bervalensi lima. Bentuk in organik arsen bervalensi tiga adalah arsenik trioksid, sodium arsenik, dan arsenik triklorida., sedangkan bentuk in organik arsen bervalensi lima adalah arsenik pentosida, asam arsenik, dan arsenat (Pb arsenat, Ca arsenat). Arsen bervalensi tiga (trioksid) merupakan bahan kimia yang cukup potensial untuk menimbulkan terjadinya keracunan akut.
Pada penelitian yang dilakukan di USA tahun 1964 ditemukan kadar tahunan arsen di udara sekitar industri pengecoran logam berkisar antara 0,01 - 0,75 ug / m3, namun di dekat cerobong asap kadarnya melebihi 1 ug / m3. Kadar arsen dalam air minum di berbagai negara sangat bervariasi. Kadar arsen dalam air minum di USA kurang dari 0,01 – 0,05 mg / L, di Jepang sekitar 1,7 mg / L, di Taiwan (sumur artesis) sekitar 1,8 mg / L, sedangkan di Cordoba (Argentina)sekitar3,4mg/L.
Di USA, makanan dan
buah-buahan yang dikonsumsi setiap hari mengandung sekitar 0,04 mg As. Makanan
produk laut yang dikonsumsi harian mengandung 0,02 mg As. Normal, manusia
setiap harinya mengkonsumsi 0,03 mg arsen.
B. TUJUAN
1. Untuk
mengetahui kadar timbal yang terdapat pada kue baroncong di Desa Pakkabba
Kec.galesong utara, Kab.takalar
2. Untuk
mengetahui kadar arsen yang terdapat pada kerang di jl. Poros galesong desa
angeng towa, Kec.galesong utara Kab.takalar.
C. ALAT
DAN BAHAN:
Ø Alat:
1. Timbangan
2. Labu
erlenmeyer
3. Gelas
ukur 50 ml
4. Spectroquant
5. Kuvet
6. Lumpang
dan alu
7. Botol
arsenic test
8. Gelas
ukur 10 ml
9. Botol
sampel
Ø Bahan:
1. Cairan
pb
2. AS1
& AS2
3. Aquadest
4. Sampel
5. Kertas
strip arsen
D. PROSEDUR
KERJA:
1. Timbang
sampel udang dan pukis sebanyak 10 gr.
2. Setelah
itu masukkan masing-masing sampel ke dalam lumpang dan haluskan sambil
tambahkan 50 ml aquadest sedikit demi sedikit.
3. Setelah
ke dua sampel hancur masukkan masing-masing sampel ke dalam gelas ukur ukuran
80 ml sampai garis 50 ml.
4. Lalu
pindahkan lagi ke dua sampel ke dalam gelas sampel ukuran 10 ml sampai garis 5
ml.
5. Sampel
pukis yang telah dipindahkan ke dalam gelas sampel kita ukur kadar timbalnya
(pb), sebelum mengukur, kita tambahkan cairan reagen sebanyak 3 tetes,
selanjutnya pindahkan sampel ke dalam kuvet dan pastikan kuvet kering, ukur
kadar timbalnya menggunakan Spectroquant, tunggu dan catat hasilnya.
6. Setelah
mengukur kadar timbal (pb) sampel pukis, selanjutnya kita ukur kadar arsen (Ar)
sampel udang.
7. Masukkan
sampel udang sebanyak 5 ml ke dalam gelas sampel 10 ml, selanjutnya pindahkan
ke dalam botol Arsenic Test dan tambahkan cairan AS1 dan AS2 masing-masing 1 ml
ke dalam sampel udang dan homogenkan setelah itu masukkan kertas Strip Arsen
dan tunggu selama 20 menit, tunggu dan catat hasilnya.
E. METODE
PRAKTIKUM
Spektrofotometri merupakan suatu
metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh
suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan mengguankan
monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detector Fototube. Dalam analisis
cara spektrofotometri terdapat tiga daerah panjang gelombang elektromagnetik
yang digunakan, yaitu daerah UV (200-380 nm), daerah Visible (380-700 nm),
daerah Inframerah (700-3000 nm).
Prinsip kerja spektrofotometri
berdasarkan hokum Lambert-Beer, bila cahaya monokromatik (I0),melalui suatu
media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut diserap (Ia), sebagian
dipantulkan (Ir), dan sebagian lagi dipancarkan (It). Transmitans adalah
perbandingan intensitas cahaya yang di transmisikan ketika melewati sampel (It)
dengan intensitas cahaya mula-mula sebelum melewati sampel (Io). Persyaratan
hokum Lambert-Beer antara lain : Radiasi yang digunakan harus monokromatik,
rnergi radiasi yang di absorpsi oleh sampel tidak menimbulkan reaksi kimia,
sampel (larutan) yang mengabsorpsi harus homogeny, tidak terjadi flouresensi
atau phosphoresensi, dan indeks refraksi tidak berpengaruh terhadap
konsentrasi, jadi larutan harus pekat (tidak encer).
Beberapa larutan seperti larutan
Timbal (Pb2+) dalam air tidak berwarna, supaya timbul earna larutan Pb
diekstraksi dengan dithizone sehinggaberubah menjadi berwarna merah. Larutan
berwarna merah akan menyerap radiasi pada daerah hijau. Dalam hal ini larutan
Pb menunjukkan absorbans maksimum pada panjang gelombang 515 nm.
a. Jenis-jenis
Spektrofotometri
Spektrofotometri terdiri dari
beberapa jenis berdasarkan sumber cahaya yang digunakan. Diantaranya
adalah sebagai berikut :
1) Spektrofotometri
Vis (Visible)
Pada
spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energy dalah cahaya
tampak (Visible). Cahaya visible termasuk spectrum elektromagnetik yang dapat
ditangkap oleh mata manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380-750 nm.
Sehingga semua sinar yang dapat dilihat oleh mata manusia, maka sinar tersebut
termasuk kedalam sinar tampak (Visible).
2) Spektrofotometri
UV (Ultra Violet)
Berbeda
dengan spektrofotometri Visible, pada spektrofometri UV berdasarkan interaksi
sampel dengan sinar UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai
sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium. Deuterium disebut juga heavy
hydrogen. Dia merupakan isotop hydrogen yang stabil tang terdapat berlimpah
dilaut dan didaratan. Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata manusia
maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini terkadang merupakan senyawa yang
tidak memiliki warna. Bening dan transparan.
3) Spektrofotometri
UV-Vis
Spektrofotometri
ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua
buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible.
Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber
sinar sebagai sumber UV dan Vis, yaitu photodiode yang dilengkapi dengan
monokromator. Untuk sistem spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan
paling populer digunakan. Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik
untuk sample berwarna juga untuk sample tak berwarna. Spektroskopi
ultraviolet-visible atau spektrofotometri ultraviolet-visible (UV-Vis atau UV /
Vis) melibatkan spektroskopi dari foton dalam daerah UV-terlihat. Ini
berarti menggunakan cahaya dalam terlihat dan berdekatan (dekat ultraviolet
(UV) dan dekat dengan inframerah (NIR)) kisaran. Penyerapan dalam rentang
yang terlihat secara langsung mempengaruhi warna bahan kimia yang terlibat. Di
wilayah ini dari spektrum elektromagnetik, molekul mengalami transisi
elektronik. Teknik ini melengkapi fluoresensi spektroskopi, di
fluoresensi berkaitan dengan transisi dari ground state ke eksited
state. Penyerapan sinar uv dan sinar tampak oleh molekul, melalui 3 proses
yaitu :
a)
Penyerapan oleh transisi electron
ikatan dan electron anti ikatan.
b)
Penyerapan oleh transisi electron d
dan f dari molekul kompleks.
c)
Penyerapan oleh perpindahan
muatan.
Interaksi antara energy cahaya dan
molekul dapat digambarkan sbb : E = hv
Dimana :
E = energy (joule/second)
h = tetapan plank
v = frekuensi foton
E = energy (joule/second)
h = tetapan plank
v = frekuensi foton
4)
Spektrofotometri IR (Infra Red)
Spektrofotometri
ini berdasar kepada penyerapan panjang gelombang Inframerah. Cahaya Inframerah,
terbagi menjadi inframerah dekat, pertengahan dan jauh. Inframerah pada
spektrofotometri adalah adalah inframerah jauh dan pertengahan yang mempunyai
panjang gelombang 2.5-1000 mikrometer. Hasil analisa biasanya berupa
signalkromatogram hubungan intensitas IR terhadap panjang gelombang. Untuk
identifikasi, signal sampel akan dibandingkan dengan signal standard.
Kolorimetri adalah suatu metoda
analisis kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan
sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis
dengan detektor mata.
Persyaratan larutan yang harus
dipenuhi untuk absorbsi sinar tampak adalah larutan harus berwarna. Oleh karena
itu metoda spektroskopi sinar tampak disebut juga dengan metoda kolorimetri dan
alatnya disebut dengan kolorimeter. Kolorimeter didasarkan pada perubahan warna
larutan yang sebanding dengan perubahan konsentrasi komponen pembentuk larutan.
Oleh karena itu aspek kuantitatif merupakan tujuan pengukuran dengan metoda
ini. Contohnya adalah larutan nitrit dibuat berwarna dengan pereaksi
sulfanila-mida dan N-(1-naftil)-etilendiamin. Prinsip dasar dari metoda
kolorimetri visual adalah tercapainya kesamaan warna bila jumlah molekul
penyerap yang dilewati sinar pada ke dua sisi larutan persis sama. Metoda ini
dapat diterapkan untuk penentuan komponen zat warna ataupun komponen yang belum
bewarna, namun dengan menggunakan reagen pewarna yang sesuai dapat menghasilkan
senyawa bewarna yang merupakan fungsi dari kandungan komponennya. Jika telah
tercapai kesamaan warna berarti jumlah molekul zat penyerap yang dilewati sinar
pada kedua sisi tersebut telah sama dan ini dijadikan dasar perhitungan.
Syarat pewarnaan ini antara lain :
1.
Warna yang terbentuk harus stabil.
2.
Reaksi pewarnaan harus selektif.
3.
Larutan harus transparan.
4.
Kesensitifannya tinggi.
5.
Ketepatan ulang tinggi.
6.
Warna yang terbentuk harus merupakan
fungsi dari konsentrasi.
Cara analisis ini merupakan bahwa
tua atau mudanya suatu warna larutan zat atau senyawaan tergantung pada
kepekatannya. Dalam visual kolorimetri biasanya dipakai cahaya putih dari
matahari atau cahaya lampu biasa dan biasanya dipakai alat-alat pembanding yang
sederhana yang disebut dengan color comparator atau pembanding warna. Bila
sebagai pengganti ketajaman mata kita diganti dengan suatu photoelectric
detektor maka alat itu disebut kolorimeter photoelectric.
Metoda kolorimetri terbagi atas 2
bagian yaitu :
1.
Metoda kolorimetri visual :
Menggunakan mata sebagai detektornya.
2.
Metoda fotometri : Menggunakan
fotosel sebagai detektornya.
Dosen :
Khiki Purnawati Kasim. SST., M.Kes
Nama :
Indah Citra Wardani
Tingkat/Semester : II/4(Ganjil)
Parameter : Pemeriksaan Arsen (Ar) Dan
Timbal (Pb) Pada Makanan
HASIL
A. Baroncong
0,781/1000/mg/l
0,7781
x 5 = 3,905 mg/l
Jadi,
hasil yang diperoleh dari pemeriksaan kadar timbal (pb) pada kue baroncong di
Desa Pakkabba Kec.galesong utara, Kab.takalar, yaitu 3,905 mg/l.
B. Kerang
Dari
hasil yang diperoleh dari pemeriksaan kadar arsen (as) pada kerang di jl. Poros
galesong desa angeng towa, Kec.galesong utara Kab.takalar., yaitu 0 mg/l.
ANALISA
HASIL
Berdasarkan hasil yang diperoleh, kami
dapat menganalisa hasilnya, yaitu ke dua sampel masing-masing harus di timbang
sebanyak 10 ml, kemudian ke dua sampel di haluskan dengan lumpang dan alu dan
masing-masing ditambahkan aquadest sebanyak 50ml. Tuangkan sedikit demi sedikit
ke dalam masing-masing sampel hingga aquadest dan sampelnya tercampur rata,
setelah tercampur rata, masukkan masing-masing sampel tersebut ke dalam gelas
ukur 80 ml hingga mencapai garis 50 ml, kemudian pindahkan lagi ke dalam gelas
sampel 10 ml hingga mencapai garis 5 ml.
Masukkan cairan reagen pada sampel
baroncong sebanyak 3 tetes, cairan reagen digunakan untuk mengetahui kadar timbal
pada sampel. Masukkan sampel kue baroncong kedalam kuvet, pastikan kuvet
tersebut kering agar pb yang berasal dari tangan kita tidak ikut terdeteksi dan
hasilnya juga akurat, setelah itu masukkan ke dalam spectroquant untuk mengukur
timbal pada kue baroncong, tunggu sampai hasilnya muncul dan tulis.
Setelah pemeriksaan timbal pada kue
baroncong, setelah itu kita akan melanjutkan pemeriksaan arsen pada kerang,
sampel kerang yang telah halus kita masukkan ke dalam botol arsenic test dan
tambahkan AS1 dan AS2 sebanyak 1 ml lalu homogenkan, setelah dihomogenkan
masukkan kertas strip arsen ke dalam botol, tapi tidak sampai menyentuh sampel
dan biarkan kertas sedikit keluar pada ujung botol, tunggu hingga 20 menit,
setelah hasil keluar kita tulis.
KESIMPULAN
Berdasarkan
dari hasil dan analisa hasil di atas, kami mendapatkan sebanyak 3,905 mg/l
timbal(pb) pada kue baroncong, menurut SNI 7387:2009 kue baroncong tidak
memenuhi standar batas maksimum cemaran timbal (pb) dalam pangan, karna batas
maksimumnya, yaitu 0,5 mg/l, sedangkan hasil arsen (As) pada kerang, yaitu 0
mg/l dan itu memenuhi batas maksimum cemaran arsen (As) dalam pangan, karna
batas maksimumnya, yaitu 1,0 mg/l.
DAFTAR
PUSTAKA
http://mukono.blog.unair.ac.id/2009/09/09/arsen-as-dampak-terhadap-kesehatan-serta-penanggulangannya-prof-drdrhjmukonomsmph/ (diakses, 05 April 2017)
http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/kolorimetri.html (diakses, 05 April 2017)
http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/spektrofotometri.html (diakses, 05 April 2017)
http://seulanga23.blogspot.co.id/2013/12/makalah-logam-timbal-pb.html (diakses, 04 April 2017)
http://tralalaikrima.blogspot.co.id/2012/04/makalah-toksikologi-arsen-as.html (diakses, 04 April 2017)

sangat bermanfaat terima kasih
BalasHapussangat bermanfaat gun
BalasHapusbegitu bermanfaat
BalasHapusHaloo citra, ada beberapa jenis metode spektrofotometri, lalu metode spektrofotometri manakah yg citra gunakan untuk pemeriksaan sampel ?
BalasHapusArigato
Bagus buat referensi
BalasHapusMakasih, referensinya sangat membantu
BalasHapusTingkatkan
BalasHapusTingkatkan
BalasHapusBagus buat refensi. Tingkatnkan
BalasHapusDaftar Pustaka dan analisa hasil perlu diperbaiki
BalasHapus